PENERAPAN HIGIENE DAN SANITAS

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 5 TAHUN 2018
TENTANG
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN KERJA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

BAB III
PENERAPAN HIGIENE DAN SANITAS

IBagian Kesatu
Bangunan Tempat Kerja
Pasal 26

(1)Higiene dan Sanitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf a harus diterapkan pada setiap Bangunan Tempat Kerja.     
(2)Penerapan Higiene dan Sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:     
a.halaman;     
b.gedung; dan     
c.bangunan bawah tanah.     

Paragraf 1
Halaman
Pasal 27

(1)Halaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf a harus:      
a.bersih, tertata rapi, rata, dan tidak becek: dan      
b.cukup luas untuk lalu Lintas orang dan barang.      
(2)Jika terdapat saluran air pembuangan pada halaman, maka saluran air harus tertutup dan terbuat dari bahan yang cukup kuat serta air buangan harus mengalir dan tidak boleh tergenang.      

Paragraf 2
Gedung
Pasal 28

(1)Penerapan Higiene dan Sanitasi pada gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf b meliputi;      
a.dinding dan langit-langit;      
b.atap; dan      
c.lantai.      
(2)Penerapan Higiene dan Sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk memastikan gedung dalam      
a.terpelihara dan bersih;      
b.kuat dan kokoh strukturnya; dan      
c.cukup luas sehingga memberikan ruang gerak paling sedikit 2 (dua) meter persegi per orang.      

Pasal 29Dinding dan langit-langit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf a harus:       

a.kering atau tidak lembab;      
b.dicat dan/atau mudah dibersihkan;      
c.dilakukan pengecatan ulang paling sedikit 5 (lima) tahun sekali; dan      
d.dibersihkan paling sedikit 1 (situ) kali setahun.      

Pasal 30Lantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf b harus:       

a.terbuat dari bahan yang keras, tahan air, dan tahan dari bahan kimia yang merusak;      
b.datar, tidak licin, dan mudah dibersihkan; dan      
c.dibersihkan secara teratur.      

Pasal 31Atap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf c harus:       

a.mampu memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan; dan      
b.tidak bocor, tidak berlubang, dan tidak berjamur.      

Paragraf 3
Bangunan Bawah Tanah
Pasal 32

(1)Penerapan Higiene dan Sanitasi pada bangunan bawah tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf c dilakukan untuk memastikan bangunan bawah tanah:      
a.mempunyai struktur yang kuat;      
b.mempunyai sistem ventilasi udara;      
c.mempunyai sumber Pencahayaan;      
d.mempunyai saluran pembuangan air yang mengalir dengan baik; dan      
e.bersih dan terawat dengan baik.      
(2)Dalam hal bangunan bawah tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan ruang terbatas, penerapan Higiene dan Sanitasi dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.      

Bagian Kedua
Fasilitas Kebersihan
Pasal 33

(1)Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf b harus disediakan pada setiap Tempat Kerja.     
(2)Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi:     
a.Toilet dan kelengkapannya;     
b.loker dan ruang ganti pakaian;     
c.tempat sampah; dan     
d.peralatan Kebersihan.     

Pasal 34

(1)Toilet sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) huruf a harus:     
a.bersih dan tidak menimbulkan bau;     
b.tidak ada lalat, nyamuk, atau serangga yang lainnya;     
c.tersedia saluran pembuangan air yang mengalir dengan baik;     
d.tersedia air bersih;     
e.dilengkapi dengan pintu;     
f.memiliki penerangan yang cukup;     
g.memiliki sirkulasi udara yang baik;     
h.dibersihkan setiap hari secara periodik; dan     
i.dapat digunakan selama jam kerja.     
(2)Kelengkapan fasilitas Toilet sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi:     
a.jamban;     
b.air bersih yang cukup;     
c.alat pembilas;     
d.tempat sampah;     
e.tempat cuci tangan; dan     
f.sabun.     
(3)Penempatan Toilet sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus terpisah antara laki laki, perempuan, dan penyandang cacat, serta diberikan tanda yang jelas.     
(4)Dalam hal Perusahaan menyediakan tempat mandi, persyaratan tempat mandi harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).     
(5)Untuk menjamin kecukupan atas kebutuhan jamban dengan jumlah Tenaga Kerja dalam satu waktu kerja, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:     
a.untuk 1 (satu) sampai 15 (lima belas) orang = 1 (satu) jamban;     
b.untuk 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) orang = 2 (dua) jamban;     
c.untuk 31 (tiga puluh satu) sampai 45 (empat puluh lima) orang = 3 (tiga) jamban;     
d.untuk 46 (empat puluh enam) sampai 60 (enam puluh) orang = 4 (empat) jamban;     
e.untuk 61 (enam puluh satu) sampai 80 (delapan puluh) orang = 5 (lima) jamban;     
f.untuk 81 (delapan puluh satu) sampai 100 (seratus) orang = 6 (enam) jamban; dan     
g.setiap penambahan 40 (empat puluh) orang ditambahkan 1 (satu) jamban.     
(6)Dalam hal Toilet laki-laki menyediakan fasilitas peturasan, jumlah jamban tidak boleh kurang dari 2/3 (dua pertiga) jumlah jamban yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (5).     
(7)Dalam hal Tempat Kerja termasuk dalam area konstruksi atau Tempat Kerja sementara, harus memenuhi ketentuan paling sedikit sebagai berikut:     
a.untuk 1 (satu) sampai 19 (sembilan belas) orang = 1 (satu) jamban;     
b.untuk 20 (dua puluh) sampai 199 (seratus sembilan puluh sembilan) orang = 1 (satu) jamban dan 1 (satu) peturasan untuk setiap 40 (empat puluh) orang;     
c.untuk 200 (dua ratus) orang atau lebih = 1 (satu) jamban dan 1 (satu) peturasan untuk setiap 50 (lima puluh) orang.    
(8)Dalam hal terdapat Tenaga Kerja perempuan di area konstruksi atau Tempat Kerja sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (7) maka harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).     

Pasal 35

(1)Ruang Toilet paling sedikit berukuran panjang 80 (delapan puluh) sentimeter, lebar 155 (seratus lima puluh lima) sentimeter, dan tinggi 220 (dua ratus dua puluh) sentimeter dengan lebar pintu 70 (tujuh puluh) sentimeter.     
(2)Ruang Toilet untuk penyandang disabilitas harus memenuhi persyaratan:     
a.Panjang 152,5 (seratus lima puluh dua koma lima) sentimeter;     
b.lebar 227,5 (dua ratus dua puluh tujuh koma lima) sentimeter;     
c.tinggi 240 (dua ratus empat puluh) sentimeter;     
d.mempunyai akses masuk dan keluar yang mudah dilalui;     
e.mempunyai luas ruang bebas yang cukup untuk pengguna kursi roda bermanuver 180 (seratus delapan puluh) derajat;     
f.lebar pintu masuk berukuran paling sedikit 90 (sembilan puluh) sentimeter yang mudah dibuka dan ditutup;     
g.pintu Toilet dilengkapi dengan plat tendang di bagian bawah pintu untuk pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas netra;     
h.kemiringan lantai tidak lebih dari 7 (tujuh) persen; dan     
i.mempunyai pegangan rambat untuk memudahkan pengguna kursi roda berpindah dari kursi roda ke jamban ataupun sebaliknya.     

Pasal 36

(1)Tenaga Kerja dalam perusahaan tertentu dapat diwajibkan memakai pakaian kerja sesuai syarat- syarat K3 yang ditetapkan.     
(2)Pakaian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disediakan oleh Pengurus.     
(3)Dalam hal Tenaga Kerja menggunakan pakaian kerja hanya selama bekerja, Pengurus harus menyediakan ruang ganti pakaian yang bersih, terpisah antara laki-laki dan perempuan serta pemakaiannya harus diatur agar tidak berdesakan.    
(4)Ruang ganti pakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus tersedia tempat menyimpan pakaian/loker untuk setiap Pekerja yang terjamin keamanannya.     

Pasal 37

(1)Tempat sampah dan peralatan Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf c harus disediakan pada setiap Tempat Kerja.     
(2)Tempat sampah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus:     
a.terpisah dan diberikan label untuk sampah organik, non organik, dan bahan berbahaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;     
b.dilengkapi dengan penutup dan terbuat dari bahan kedap air; dan     
c.tidak menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain.     

Pasal 38

(1)Tempat pembuangan pembalut harus disediakan pada ruang Toilet perempuan.     
(2)Tempat pembuangan pembalut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus;     
a.terbuat dan bahan yang kedap cairan;     
b.dilengkapi dengan penutup; dan     
c.diberikan label yang jelas.     
(3)Tempat pembuangan pembalut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibersihkan setiap hari.     

Bagian Ketiga
Kebutuhan Udara
Pasal 39

(1)Kebutuhan atas udara yang bersih dan sehat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf c harus dipenuhi pada setiap Tempat Kerja.     
(2)Pemenuhan kebutuhan udara di Tempat Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:     
a.KUDR;     
b.ventilasi; dan     
c.ruang udara.     

Pasal 40

(1)Tempat Kerja untuk melakukan jenis pekerjaan administratif, pelayanan umum dan fungsi manajerial harus memenuhi KUDR yang sehat dan bersih.     
(2)KUDR sebagaimana dimaksud Dada ayat (1) ditentukan oleh suhu, kelembaban, kadar oksigen dan kadar kontaminan udara.     
(3)Suhu ruangan yang nyaman harus dipertahankan dengan ketentuan:     
a.Suhu Kering 23°C (dua puluh tiga derajat celsius) – 26°C (dua puluh enam derajat celsius) dengan kelembaban 40% (empat puluh persen) – 60% (enam puluh persen).     
b.perbedaan suhu antar ruangan tidak melebihi 5°C (lima derajat celsius).     
(4)Kadar oksigen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebesar 19,5% (sembilan belas koma lima persen) sampai dengan 23,5% (dua puluh tiga koma lima persen) dari volume udara.     
(5)Kadar kontaminan atau polutan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.     

Pasal 41

(1)Pengurus dan/atau Pengusaha wajib menyediakan sistem ventilasi udara untuk menjamin kebutuhan udara Pekerja dan atau mengurangi kadar kontaminan di Tempat Kerja.     
(2)Sistem ventilasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersifat alami atau buatan atau kombinasi keduanya.     
(3)Dalam hal menggunakan ventilasi buatan maka ventilasi tersebut harus dibersihkan secara berkala paling sedikit 3 (tiga) bulan sekali atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.     

Pasal 42

(1)Setiap orang yang bekerja dalam ruangan harus mendapat ruang udara (cubic space) paling sedikit 10 (sepuluh) meter kubik.     
(2)Ruangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi ketentuan:     
a.tinggi Tempat Kerja diukur dari lantai sampai daerah langit-langit paling sedikit 3 (tiga) meter; dan     
b.tinggi ruangan yang lebih dari 4 (empat) meter tidak dapat dipakai untuk memperhitungkan ruang udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1).     

Bagian Keempat
Tata Laksana Kerumahtanggaan
Pasal 43

(1)Pengusaha dan/atau Pengurus harus melaksanakan ketatarumahtanggaan dengan baik di Tempat Kerja.     
(2)Ketatarumahtanggaan yang baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya:     
a.memisahkan alat, perkakas, dan bahan yang diperlukan atau digunakan;     
b.menata alat, perkakas, dan bahan sesuai dengan posisi yang ditetapkan;     
c.membersihkan alat, perkakas, dan bahan secara rutin;     
d.menetapkan dan melaksanakan prosedur Kebersihan, penempatan dan penataan untuk alat, perkakas, dan bahan;    
e.mengembangkan prosedur Kebersihan, penempatan dan penataan untuk alat, perkakas, dan bahan.     

Pasal 44

(1)Alat kerja, perkakas, dan bahan harus ditata dan disimpan secara rapi dan tertib untuk menjamin kelancaran pekerjaan dan tidak menimbulkan bahaya kecelakaan.     
(2)Bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disimpan di gudang dan diberi label yang jelas untuk membedakan barang-barang tersebut.     
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s